← semua catatanmomua
catatan10 Oktober 2026

Mengatasi Kehilangan Arah bagi Bunda Ala Momua

Saat sekarang kamu sudah bisa tentukan dan tuliskan apa yang membuat intensitas dari konsekuensi ini begitu terasa. Maka, artinya kamu sudah siap untuk menenangkannya. Apa yang kamu rasakan itu, ingat, sangat normal. Aku tuliskan yang aku lalui serta penguatan halus, pelan perlahan dan nanti atas izin Yang Maha Mengetahui akan melepasnya.

Sebelum mulai, ada baiknya kita mengingat keajaiban tubuh wanita yang dihadirkan Sang Pencipta kita. Keajaiban tubuh yang setiap bulannya mengalami peluruhan pada perut dalam, menstruasi. Bunda, mengapa kita harus mengingatnya? Karena penting sekali melihat pola, apakah perasaan kehilangan arah ini terasa begitu berat serasa memberati pundak, kepala atau bahkan seluruh tubuh terjadi dimasa-masa sebelum dan selama menstruai? Jika, iya. Maka, sangat wajar karena memang saat itu tubuh kita sedang berkecamuk. Tak masalah untuk kita rasakan, kita katakan pada diri kita, "Oh, ini waktu menuju menstruasiku, dan memang tubuh sedang tidak stabil, aku terima"

Mind setting dahulu

Terdengar klise? Tak masalah karena bisa jadi kita belum terbiasa men-setting apa yang paling terdalam pada diri kita. Sama, aku pun sempat difase itu. Ada sebuah cuplikan menarik tentang sebuah gelas. Aku yakin di samping bunda ada gelas atau botol minum, atau apapun benda yang ringan, mungkin hp bunda sendiri juga bisa. Ok, sekarang coba bunda pegang benda itu dengan tangan lurus kedepan, bunda bisa duduk atau berdiri, terserah. Tolong bunda pegang selama minimal 30 detik atau bisa lebih. Dicobain yaah✨

Aku yakin bunda sudah mencobanya baru lanjut baca. Sekarang, apa yang terasa? ada yang sakit rasanya? atau ga nyaman? Kira-kira gelas atau botol tadi benda yang ringan atau berat? Yuk, kita jawab bareng-bareng, "ringan".

Bendanya ringan tapi yang bunda rasakan ga ringan ya, karena apa menurut bunda? Betul, karena benda itu ditahan sama diri kita sendiri. Apa bedanya dengan masalah atau kegalauan yang kita rasakan tadi, yang kadang terlihat sepele kita abaikan dan tahan sendiri berhari-hari, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. Saat ditahan sendiri itu tidak mudah. Jadi, solusinya gampang ga kira-kira? "Gampang!"

Disini poin pentingnya. Solusinya adalah tidak menahannya sendiri, ya kan? Terus, dengan siapa aku menahan gelasnya? Ada kata bijak dari Ali r.a:

"Aku sudah pernah merasakan semua kepahitan dalam hidup dan yang paling pahit ialah berharap kepada manusia."

Sebagai manusia biasa, kata bijak ini bisa berlaku. Dan jika bunda muslim, maka kata ini mutlak. Jadi, sesimpel kita minta Allah ta'ala yang menahannya buat kita. Maaf, disini kita akan sedikit bertanya tentang makna hidup kita. Disini kita akan lihat bagaimana kita memandang Pencipta kita. Jadi, kalau sampai disini bunda merasa tidak klik bisa disudahi membacanya. Karena jujur aku cuma tahu solusi yang menyandarkan masalah ku pada Yang Maha Kuasa.

Secara logika sederhananya saja, pasti setiap orang lain itu ada urusannya masing-masing. Bukan berarti kita abai membantu orang lain. Tapi, mengharapkan sesuatu terpenuhi tercapai dengan adanya bantuan orang lain itu adalah kesalahan yang disengaja. Dilanjutkan dengan faktor yang sudah kita pilih tadi seharusnya sudah ada bayangan bahwa wajar intensitasnya semakin besar karena sudahlah kita kedatangan manusia baru dengan segala keunikannya, eh kita malah mengharapkan bantuan oranglain untuk hal-hal yang orang lain itu pun mungkin tidak tau.

Bunda pernah minum minuman bersoda? sebelum dibuka jangan dikocok-kocok kan? Kenapa? Karna bisa nyembur air sodanya nanti. Kemudian setelah itu nanti kita basah. Ga jadi diminum. Sama halnya seperti perasaan kita yang kehilangan arah tadi. Saat itu tetap dibiarkan teromabang-ambing, apalagi dalam kurun waktu yang lama, maka bisa saja terluapkan dalam bentuk wujud yang kita tidak sangka-sangka, seperti tiba-tiba marah ke anak yang numpahin air setetes, atau marah-marah ga jelas saat kesenggol orang, dll. Air soda tadi sebenarnya aman ko diguncang-guncang, asalkan dia dibuka pelan-pelan setiap kali ada goncangan!

Secara hukum fisika itu akan membuat pembentukan tekanannya tidak terjadi, misal air soda bunda kocok-kocok 10 menit terus langsung buka, maka momentum dari tekanannya besar dan jadilah menyembur. Kalau selama 10 menit tadi setiap 1 menitnya bunda buka tutup botolnya pelan-pelan kemudian kamu kocok lagi dan lakukan hal yang sama, maka air tidak akan menyembur. Sekarang pertanyaan, agap hati kita itu botol minum soda, bagaimana cara kita bisa buka hati kita pelan-pelan untuk melepas tekanan di dalamnya? Kembali lagi seperti gelas tadi, minta Allah yang lepaskan pelan-pelan sesering mungkin.

catatan momua@momua.diary